Jumat, 16 Oktober 2015

Cita-Cita Sebagai Entrepreneur



Hasil Scan "Suara Merdeka" 02 Oktober 2015
Harus kenama setelah lulus SMA? Harus bagaimana setelah SMA? Pertanyaan-pertanyaan ini pasti selalu muncul dibenak para siswa yang akan segera lulus dari SMA dan melepas seragam putih abu-abu. Melanjudkan studi ke perguruan tinggi merupakan tindakan yang lazim dipilih oleh para siswa SMA. Saat ini ada dua jalur yang paling populer yang akan ditempuh oleh siswa untuk melanjutkan study ke perguruan tinggi yaitu SNMPTN atau sering juga disebut jalur undangan dan SBMPTN atau jalur masuk PTN dengan tes tertulis. Tulisan ini tidak membahas kedua seleksi masuk PTN tersebut namun akan mengarah ke salah satu masalah yang biasa masih mengganjal dibenak para siswa yaitu tentang jurusan apa yang harus dipilih. Hal ini biasanya sangat membingungkan–karena orang-orang bilang semua jurusan bagus dan prospek, saya akan memberikan suatu sudut pandang alternative kepada para siswa dalam memlih jurusan yang akan menentukan masa depan kalian semua.
Saat tulisan ini dibuat, sudah genap satu tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla namun pembangunan di negeri ini tidak dirasakan semakin maju bahkan Indonesia masuk kedalam krisis ekonomi yaitu jatuhnya mata uang rupiah yang cukup dalam yaitu sampai menembus Rp. 14.000,- per Dollar. Krisis ekonomi lagi, kejadian ini sama persis seperti tahun 1998, menyebabkan daya beli masyarakat melemah, banyak PHK dimana-mana. Apakah ada hubungannya dengan memilih jurusan di PTN dan masa depan para siswa? Ya tentu saja ada, kalian para siswa tidak mungkin asal memilih jurusan atau asal masuk PTN kan? dan setelah lulus study kalian harus bekerja, jenis pekerjaan apa yang baik atau yang cocok itu berbeda-beda untuk setiap orang tergantung dari minat, kemampuan dan bakat dari orang tersebut. Sedangkan pekerjaan yang paling banyak diminati oleh orang Indonesia menjadi PNS, yaitu pekerjaan yang gajinya didapat dari Pendapatan Negara–namun jika kondisi ekonomi Negara sedang “sakit” maka gaji yang didapat sudah tidak bisa lagi mencukupi kebutuhan hidup karena harga barang-barang naik semua. Untuk mengantisipasi masalah atau resiko ekonomi yang mungkin terjadi untuk itu lah penulis menawarkan salah satu alternative pekerjaan yang bisa diambil atau dicita-citakan oleh para siswa yaitu menjadi Entrepreneur atau menjadi Wirausahawan, merintis karir menjadi wirausahawan akan lebih baik jika dilakukan pada saat usia masih muda, apalagi untuk menghadapi persaingan di berbagai pasar bebas seperti: ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA), Trans-Pacific Partnership (TPP), dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan diberlakukan akhir tahun ini. Untuk menghadapi itu semua dimasa depan jadilah Entrepreneur sukses, jumlahnya di Indonesia masih sedikit dibandingkan dengan di luar negeri. Banyak alasan mengapa memilih jenis pekerjaan ini diantaranya:
·  Jaminan pekerjaan di masa depan.
Bekerja pada orang lain memiliki berbagai macam risiko. Sewaktu-waktu, atasan dapat memutuskan hubungan pekerjaan meskipun Anda telah menjadi karyawan tetap sekalipun. Belum lagi jika suatu saat nanti perusahaan terkena pailit dan terancam gulung tikar. Berwirausaha membuat Anda terbebas dari kemungkinan kehilangan pekerjaan karena berbagai sebab. Andalah orang yang menentukan kapan bisnis dimulai dan kapan bisnis harus dipindahtangankan ke pihak lain. Dengan kata lain, jaminan pekerjaan Anda terletak di tangan Anda sendiri.
·  Fleksibilitas waktu kerja.
Anda tidak terikat peraturan yang mengharuskan Anda bekerja pada waktu-waktu tertentu. Di satu sisi, ini memang membuat Anda harus standby dan bekerja dengan sistem 24/7. Namun, kapan waktu yang tepat untuk bekerja ditentukan oleh Anda sendiri. Fleksibilitas waktu kerja dalam berwirausaha membuat Anda lebih leluasa dalam mengejar target bisnis. Anda juga dapat mengalokasikan waktu untuk keluarga, diri sendiri, dan bersosialisasi.
·  Meraup lebih banyak keuntungan.
Berwirausaha memberikan kesempatan yang lebih besar untuk meraup keutungan dibanding bekerja pada orang lain. Ibarat menulis sebuah buku, berwirausaha adalah menulis cerita kesuksesan Anda sendiri. Anda menetapkan target bisnis, target pasar, dan sumber-sumber modal serta pendapatan. Besar kecilnya profit bisa Anda tentukan. Jika dijalankan dalam jangka waktu yang lama, berwirausaha mendatangkan keuntungan yang lebih besar dibanding bekerja pada orang lain bertahun-tahun.
·  Lebih termotivasi dalam bekerja.
Riset membuktikan, 84 persen wirausahawan mengaku kecanduan dengan pekerjaan mereka sendiri. Mereka mengaku bahwa mereka tidak mengalami adanya tekanan dalam bekerja sehingga lebih semangat dalam menjalankan bisnis. Ketika bekerja untuk orang lain, mereka merasakan adanya kewajiban untuk bekerja. Berwirausaha memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras. Dengan kata lain, mereka memandang pekerjaan sebagai sebuah kesadaran, bukan kewajiban.
·  Berdampak jangka panjang dalam hidup.
Para wirausahawan tidak perlu khawatir bahwa sebagian besar waktu hidup mereka dihabiskan untuk bekerja pada orang lain. Ketika menjalankan bisnis pribadi, mereka merasakan dampak yang lebih besar bagi hidup mereka dalam jangka waktu yang panjang. Berwirausaha membuat hidup mereka tidak sia-sia. Alasannya, mereka menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya untuk bekerja demi diri dan keluarganya, bukan demi orang lain.
·  Sumber penghasilan sampingan.
Berwirausaha bukan berarti Anda harus meninggalkan pekerjaan Anda di kantor. Kedua profesi ini bisa dijalankan bersamaan, apalagi jika Anda berencana berwirausaha dengan modal dari kas pribadi. Gaji pokok sebagai karyawan bisa dijadikan sumber dana sebagai modal awal.
·  Hobi yang menghasilkan uang.
Sebagian besar wirausahawan membuka bisnis di bidang yang mereka minati. Wirausahawan di bidang makanan biasanya gemar memasak. Pengusaha jual-beli onderdil fixie biasanya gemar bersepeda. Hobi, minat, atau kegemaran bisa Anda jadikan motivasi awal untuk berbisnis. Memulai usaha sesuai minat membuat Anda merasa seperti tidak sedang bekerja sebab di saat yang bersamaan, Anda juga melakukan hobi Anda.
·  Melatih karakter dan mental baja.
Memulai bisnis dari nol bukanlah sesuatu yang gampang. Dibutuhkan karakter yang tahan banting dan tidak mudah menyerah. Berwirausaha membantu Anda melatih ketahanan mental. Anda dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi karena mau tidak mau, Anda terlatih untuk memiliki karakter pejuang dan pemimpin.
·  Dapat diwariskan.
Berwirausaha berarti membuka bisnis pribadi yang nantinya bisa dipindahtangankan kepada orang lain. Jika suatu saat nanti Anda lelah menjalankan bisnis, usaha yang telah Anda rintis bertahun-tahun ini bisa diwariskan kepada orang terdekat Anda, misalnya kepada anak atau pasangan. Lain halnya jika Anda bekerja untuk orang lain. Tunjangan yang Anda dapat dari perusahaan hanya berupa jaminan pensiun. Tentunya, tidak ada hal yang bisa Anda wariskan kepada keturunan Anda.
·  Tak ada istilah “I hate my job.”
Tidak mungkin seseorang memulai bisnis pribadi di bidang yang tidak disukainya. Kebebasan wirausahawan untuk memilih sendiri bidang bisnis membuat ia mencintai pekerjaannya. Keleluasaan untuk memilih ini tidak dimiliki oleh pegawai kantoran. Oleh karenanya, mereka sering merasa terpaksa menjalankan pekerjaan mereka.
(Anindya Mauren, “10 alasan mengapa anda harus menjadi entrepreneur”, http://netpreneur.co.id, 29/03/2013)
Satu hal lagi yang perlu jadi ketahui para siswa adalah semua orang kaya di Indonesia dan di dunia adalah berawal dari Entrepreneur. Bercita-citalah menjadi orang kaya bukankah kita harus menggantungkan cita-cita kita setinggi langit yang artinya kita harus punya cita-cita yang besar karena usaha yang kita lakukan akan sesuai dengan apa yang kita cita-citakan dan akan seirama dengan tempat mana yang ingin kita tuju yaitu tempat kita menggantung impian. Sudah bayak juga orang-orang Indonesia yang menjadi kaya raya seperti yang diberitakan oleh “Suara Merdeka, 2 Oktober 2015”.

Senin, 12 Oktober 2015

Selamat Datang

CV. Neutron YK Slawi Jl. Ahmad Yani No. 50 Slawi, Tegal
Assalamualaikum, Wr Wb.
Selamat datang di Blog Neutron YK Slawi, Kami merupakan bimbingan belajar ternama di indonesia yang berkantor pusat di Yogyakarta dan memiliki cabang di kota Slawi yang sekarang beralamat di Jl. Ahmad Yani No. 50 Slawi dengan nomer telp. (0283) 492333. Kami hadir dikota Slawi sejak tahun 2010. Neutron YK Slawi selalu memberikan pendampingan kepada siswa-siswi di Slawi dan sekitarnnya untuk menghadapi persaingan yang ketat, mendapatkan prestasi yang cemerlang dan meraih cita-citanya, bimbingan belajar yang diselanggarakan disini mulai dari kelas 4, 5, 6 SD, VII, VIII, IX SMP, hingga X, XI, XII SMA. Dengan didukung oleh Staf Pengajar yang berkualitas dari perguruan tinggi negeri ternama dan fasilitas pendidikan yang lengkap telah bayak siswa-siswi yang kami hantarkan mereka untuk meraih cita-citanya, banyak yang masuk ke sekolah favorit dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri maupun kedinasan, hal tersebut dikarenakan dalam pengajarannya Neutron menggunakan "Metode Penalaran", dengan menggunakan Metode Penalaran banyak siswa yang kami bimbing lebih mudah mengerti dan cepat mengerti pelajaran yang diberikan disekolah.
Dalam pribahasa Indonesia dikenal istilah "Tak Kenal Maka Tak Sayang", tulisan pertama ini dimaksudkan agar pembaca bisa lebih mengetahui tentang bimbingan belajar Neutron YK Slawi, mengetahui program-program apa saja yang ada di Neutron YK Slawi, membaca, mencari referensi dan berbagi artikel terkait dunia pendidikan.
Demikianlah “Selayang Pandang” yang dapat kami sampaikan mengenai Bimbel Neutron YK Slawi di dalam Blog ini, mungkin banyak kekurangan dan kelemahan didalam penulisan blog ini karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, untuk itu Penulis banyak berharap kepada para pembaca yang budiman untuk memberikan kritik saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya blog ini. Semoga blog ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khusus dan bagi para siswa pada umumnya. Aamiin
Wassalamualaikum Wr Wb.