![]() |
| Hasil Scan "Suara Merdeka" 02 Oktober 2015 |
Harus kenama
setelah lulus SMA? Harus bagaimana setelah SMA? Pertanyaan-pertanyaan ini pasti
selalu muncul dibenak para siswa yang akan segera lulus dari SMA dan melepas seragam
putih abu-abu. Melanjudkan studi ke perguruan tinggi merupakan tindakan yang lazim
dipilih oleh para siswa SMA. Saat ini ada dua jalur yang paling populer yang
akan ditempuh oleh siswa untuk melanjutkan study ke perguruan tinggi yaitu
SNMPTN atau sering juga disebut jalur undangan dan SBMPTN atau jalur masuk PTN
dengan tes tertulis. Tulisan ini tidak membahas kedua seleksi masuk PTN tersebut
namun akan mengarah ke salah satu masalah yang biasa masih mengganjal dibenak
para siswa yaitu tentang jurusan apa yang harus dipilih. Hal ini biasanya
sangat membingungkan–karena orang-orang bilang semua jurusan bagus dan prospek,
saya akan memberikan suatu sudut pandang alternative kepada para siswa dalam
memlih jurusan yang akan menentukan masa depan kalian semua.
Saat tulisan ini
dibuat, sudah genap satu tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla namun
pembangunan di negeri ini tidak dirasakan semakin maju bahkan Indonesia masuk
kedalam krisis ekonomi yaitu jatuhnya mata uang rupiah yang cukup dalam yaitu
sampai menembus Rp. 14.000,- per Dollar. Krisis ekonomi lagi, kejadian ini sama
persis seperti tahun 1998, menyebabkan daya beli masyarakat melemah, banyak PHK
dimana-mana. Apakah ada hubungannya dengan memilih jurusan di PTN dan masa
depan para siswa? Ya tentu saja ada, kalian para siswa tidak mungkin asal
memilih jurusan atau asal masuk PTN kan? dan setelah lulus study kalian harus
bekerja, jenis pekerjaan apa yang baik atau yang cocok itu berbeda-beda untuk
setiap orang tergantung dari minat, kemampuan dan bakat dari orang tersebut.
Sedangkan pekerjaan yang paling banyak diminati oleh orang Indonesia menjadi
PNS, yaitu pekerjaan yang gajinya didapat dari Pendapatan Negara–namun jika
kondisi ekonomi Negara sedang “sakit” maka gaji yang didapat sudah tidak bisa
lagi mencukupi kebutuhan hidup karena harga barang-barang naik semua. Untuk mengantisipasi
masalah atau resiko ekonomi yang mungkin terjadi untuk itu lah penulis
menawarkan salah satu alternative pekerjaan yang bisa diambil atau
dicita-citakan oleh para siswa yaitu menjadi Entrepreneur atau menjadi
Wirausahawan, merintis karir menjadi wirausahawan akan lebih baik jika
dilakukan pada saat usia masih muda, apalagi untuk menghadapi persaingan di berbagai
pasar bebas seperti: ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA), Trans-Pacific
Partnership (TPP), dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan diberlakukan
akhir tahun ini. Untuk menghadapi itu semua dimasa depan jadilah Entrepreneur
sukses, jumlahnya di Indonesia masih sedikit dibandingkan dengan di luar negeri.
Banyak alasan mengapa memilih jenis pekerjaan ini diantaranya:
· Jaminan pekerjaan di masa depan.
Bekerja pada orang lain memiliki berbagai macam
risiko. Sewaktu-waktu, atasan dapat memutuskan hubungan pekerjaan meskipun Anda
telah menjadi karyawan tetap sekalipun. Belum lagi jika suatu saat nanti
perusahaan terkena pailit dan terancam gulung tikar. Berwirausaha membuat Anda
terbebas dari kemungkinan kehilangan pekerjaan karena berbagai sebab. Andalah
orang yang menentukan kapan bisnis dimulai dan kapan bisnis harus
dipindahtangankan ke pihak lain. Dengan kata lain, jaminan pekerjaan Anda
terletak di tangan Anda sendiri.
· Fleksibilitas waktu kerja.
Anda tidak terikat peraturan yang mengharuskan
Anda bekerja pada waktu-waktu tertentu. Di satu sisi, ini memang membuat Anda
harus standby dan bekerja dengan sistem 24/7. Namun, kapan waktu yang
tepat untuk bekerja ditentukan oleh Anda sendiri. Fleksibilitas waktu kerja
dalam berwirausaha membuat Anda lebih leluasa dalam mengejar target bisnis.
Anda juga dapat mengalokasikan waktu untuk keluarga, diri sendiri, dan
bersosialisasi.
· Meraup lebih banyak keuntungan.
Berwirausaha memberikan kesempatan yang lebih
besar untuk meraup keutungan dibanding bekerja pada orang lain. Ibarat menulis
sebuah buku, berwirausaha adalah menulis cerita kesuksesan Anda sendiri. Anda
menetapkan target bisnis, target pasar, dan sumber-sumber modal serta
pendapatan. Besar kecilnya profit bisa Anda tentukan. Jika dijalankan dalam
jangka waktu yang lama, berwirausaha mendatangkan keuntungan yang lebih besar
dibanding bekerja pada orang lain bertahun-tahun.
· Lebih termotivasi dalam bekerja.
Riset membuktikan, 84 persen wirausahawan mengaku
kecanduan dengan pekerjaan mereka sendiri. Mereka mengaku bahwa mereka tidak
mengalami adanya tekanan dalam bekerja sehingga lebih semangat dalam
menjalankan bisnis. Ketika bekerja untuk orang lain, mereka merasakan adanya
kewajiban untuk bekerja. Berwirausaha memotivasi mereka untuk bekerja lebih
keras. Dengan kata lain, mereka memandang pekerjaan sebagai sebuah kesadaran,
bukan kewajiban.
· Berdampak jangka panjang dalam hidup.
Para wirausahawan tidak perlu khawatir bahwa
sebagian besar waktu hidup mereka dihabiskan untuk bekerja pada orang lain.
Ketika menjalankan bisnis pribadi, mereka merasakan dampak yang lebih besar
bagi hidup mereka dalam jangka waktu yang panjang. Berwirausaha membuat hidup
mereka tidak sia-sia. Alasannya, mereka menghabiskan sebagian besar waktu
hidupnya untuk bekerja demi diri dan keluarganya, bukan demi orang lain.
· Sumber penghasilan sampingan.
Berwirausaha bukan berarti Anda harus meninggalkan
pekerjaan Anda di kantor. Kedua profesi ini bisa dijalankan bersamaan, apalagi
jika Anda berencana berwirausaha dengan modal dari kas pribadi. Gaji pokok
sebagai karyawan bisa dijadikan sumber dana sebagai modal awal.
· Hobi yang menghasilkan uang.
Sebagian besar wirausahawan membuka bisnis di
bidang yang mereka minati. Wirausahawan di bidang makanan biasanya gemar
memasak. Pengusaha jual-beli onderdil fixie biasanya gemar bersepeda. Hobi,
minat, atau kegemaran bisa Anda jadikan motivasi awal untuk berbisnis. Memulai
usaha sesuai minat membuat Anda merasa seperti tidak sedang bekerja sebab di
saat yang bersamaan, Anda juga melakukan hobi Anda.
· Melatih karakter dan mental baja.
Memulai bisnis dari nol bukanlah sesuatu yang
gampang. Dibutuhkan karakter yang tahan banting dan tidak mudah menyerah.
Berwirausaha membantu Anda melatih ketahanan mental. Anda dapat berkembang
menjadi pribadi yang lebih baik lagi karena mau tidak mau, Anda terlatih untuk
memiliki karakter pejuang dan pemimpin.
· Dapat diwariskan.
Berwirausaha berarti membuka bisnis pribadi yang
nantinya bisa dipindahtangankan kepada orang lain. Jika suatu saat nanti Anda
lelah menjalankan bisnis, usaha yang telah Anda rintis bertahun-tahun ini bisa
diwariskan kepada orang terdekat Anda, misalnya kepada anak atau pasangan. Lain
halnya jika Anda bekerja untuk orang lain. Tunjangan yang Anda dapat dari
perusahaan hanya berupa jaminan pensiun. Tentunya, tidak ada hal yang bisa Anda
wariskan kepada keturunan Anda.
· Tak ada istilah “I hate my job.”
Tidak mungkin seseorang memulai
bisnis pribadi di bidang yang tidak disukainya. Kebebasan wirausahawan untuk
memilih sendiri bidang bisnis membuat ia mencintai pekerjaannya. Keleluasaan
untuk memilih ini tidak dimiliki oleh pegawai kantoran. Oleh karenanya, mereka
sering merasa terpaksa menjalankan pekerjaan mereka.
(Anindya Mauren, “10 alasan mengapa anda harus menjadi entrepreneur”, http://netpreneur.co.id, 29/03/2013)
Satu hal lagi
yang perlu jadi ketahui para siswa adalah semua orang kaya di Indonesia dan di
dunia adalah berawal dari Entrepreneur. Bercita-citalah menjadi orang kaya bukankah kita
harus menggantungkan cita-cita kita setinggi langit yang artinya kita harus punya cita-cita
yang besar karena usaha yang kita lakukan akan sesuai dengan apa yang kita
cita-citakan dan akan seirama dengan tempat mana yang ingin kita tuju yaitu tempat kita
menggantung impian. Sudah bayak juga orang-orang Indonesia yang menjadi kaya
raya seperti yang diberitakan oleh “Suara
Merdeka, 2 Oktober 2015”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar